Translate

20110119

Melihat yang Tidak Tampak

-->
1 Samuel 15:34 – 16:13

Kita manusia mempunyai kecenderungan menilai segala sesuatu termasuk seseorang dari apa yang kelihatan. Misalnya seseorang dinilai sukses apabila ia memiliki jabatan tinggi atau harta yang banyak. Bahkan apa yang kelihatan sering juga dijadikan ukuran menilai kerohanian seseorang sebagai orang yang diberkati dan tidak diberkati.
Kisah Samuel yang  mencari calon raja bagi Israel adalah contoh bagaimana kita dapat jatuh pada penilaian yang hanya secara fisik atau yang  kelihatan saja. Sebagai seorang nabi tentu  Samuel mempunyai gambaran ideal tentang seorang raja yaitu seorang yang tinggi, tegap, kuat dan tampan. Pokoknya seorang raja atau pemimpin adalah orang yang enak untuk dilihat.
Itulah sebabnya ketika ia melihat Eliab, ia berpikir bahwa Eliablah calon raja itu. Dan ternyata TUHAN menolaknya, karena TUHAN bukan hanya melihat fisik, apa yang di depan mata tetapi Ia melihat hati; hati yang taat, hati yang berpaut kepada TUHAN (karena bukankah TUHAN menolak raja Saul karena Saul tidak memiliki hati yang taat?)
Banyak hal dalam kehidupan ini tidak dapat kita nilai dari apa yang kelihatan saja karena jika demikian kita akan kehilangan pengharapan dan kehilangan arah. Ketika kita melihat dunia di sekitar kita hanya dengan yang tampak saja yaitu dunia yang semakin rusak,  semakin jahat; penuh ketidakadilan,  dunia yang semakin menyengsarakan maka kita dapat menjadi putus asa. Tetapi  TUHAN menolong kita untuk dapat melihat dengan mata iman; melihat jauh ke depan di balik segala yang kelihatan dengan penuh pengharapan kepada-Nya, maka kita tidak akan berputus asa menjalani hidup ini. Karena itu marilah kita menjalani hidup ini bersama TUHAN dan melihat di balik semua  yang tampak dengan percaya dan berpengharapan  penuh kepada-Nya. Amin.

(hr, renungan warta gk bgr)


20110117

BERBAHAGIALAH ORANG YANG MELAKUKAN FIRMAN ALLAH

-->
(Yesaya 62:1-5; Yohanes 2:1-11)

Firman Allah adalah sesuatu yang kita pahami sebagai kebenaran yang harus kita pegang dan taati dalam hidup ini. Apa lagi bila Firman itu terdengar langsung dari langit seperti orang Israel mendengar Firman pada jaman Nabi Musa atau ketika orang mendengar suara dari langit ketika Yesus dibaptis, pasti firman itu mempunyai otoritas yang sangat tinggi untuk ditaati, bahkan mungkin kita mentaatinya dengan kegentaran yang sangat. Tapi bagaimana bila Firman itu datang dari seorang manusia biasa, bahkan bukan dari seorang nabi atau pengkhotbah besar, melainkan dari seorang tukang kayu masihkah Firman itu memiliki otoritas untuk ditaati?

Dalam pesta perkawinan di Kana, Yesus hadir sebagai manusia biasa, tamu biasa dan di antara orang-orang yang biasa. Ia tidak memiliki otoritas apa-apa  untuk mengatur pesta perkawinan itu. Namun ketika mereka menghadapi suatu "masalah" ternyata para pelayan mau mendengar dan taat pada perkataan-Nya sehingga mereka dapat keluar dari masalah itu. Mengapa para pelayan itu taat pada Yesus? Apakah karena otoritas-Nya yang tinggi di antara orang-orang dalam perkawinan itu? Ternyata bukan! Karena Yesus datang sebagi orang biasa yang sederhana. Para pelayan itu mendengar dan taat pada Yesus bukan karena otoritas Yesus tetapi karena otoritas Maria, ibu Yesus, yang memerintahkan para pelayan itu mengikuti perkataan Yesus.
Seringkali dengar-dengaran dan ketaatan kita pada Firman Tuhan bukan semata-mata Firman itu sendiri yang kita taati tetapi karena siapa yang membawa dan memberi otoritas pada firman itu; bila pengkhotbah besar, pendeta senior, rohaniwan dari latar belakang keluarga kaya, berpendidikan tinggi dlsb., baru kita mau mendengar dan mentaati. Tapi bila yang membawakan Firman hanya pengkhotbah biasa, pendeta biasa, rohaniwan biasa, bahkan hanya masiswa teologi atau mungkin jemaat biasa, maka kita menjadi kurang mendengar dan kurang taat pada firman.

Melalui Firman Tuhan hari ini, kita diingatkan sesungguhnya berbahagialah orang yang mendengar firman dan yang melakukannya. Amin!

(hr, rwgkb 160120011)