Translate

Tampilkan postingan dengan label Prapaskah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prapaskah. Tampilkan semua postingan

20170331

Telah Tiba Saatnya Anak Manusia Dimuliakan

Yohanes 12:20-33

Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Peribahasa ini mengajarkan kepada kita bahwa sesuatu yang baik, yang mulia, yang agung hanya bisa diperoleh melalui usaha, kerja keras dan perjuangan yang membuat kita menderita. Namun, saat ini banyak orang tidak menghiraukan pengajaran hikmat peribahasa ini dengan mencari jalan pintas dan instan untuk mendapat kesuksesan dan kemuliaan hidup.

Kepada orang bukan Yahudi yang datang kepada-Nya, Yesus mengajarkan hal yang hampir serupa dengan peribahasa tersebut di atas bahwa mengikut Yesus bukan hanya akan mendapatkan kemuliaan tetapi juga harus disertai kerelaan menderita. Yesus memberitahu bahwa telah tiba saatnya Ia dimuliakan melalui jalan kematian (ayat 23). Apa yang akan terjadi pada Yesus ialah seperti yang terjadi pada sebuah biji gandum yang harus "mati" ditanam untuk menghasilkan banyak biji gandum yang baru, bila tidak demikian gandum itu tetap satu biji saja (ayat 24). Yesus juga menjelaskan untuk itulah Ia datang ke dalam dunia ini, yaitu untuk memuliakan Allah dengan menderita dan mati disalib sehingga menghasilkan keselamatan bagi semua orang (:27). Siapa yang mau melayani Yesus ia harus mengikuti jalan yang sama dengan Dia, yaitu rela menderita dan mati untuk memuliakan Allah dan menjadi berkat bagi sesama (:26), karena  orang yang rela menyerahkan hidupnya, akan memiliki hidup untuk selama-lamanya (:25). 

Saudara, jika Yesus harus menderita dan mati untuk memuliakan Allah dan menyelamatkan kita, lalu apa yang telah, sedang dan akan kita lakukan untuk memulian Dia dan menjadi berkat bagi sesama? Hanya dengan memberi hidup kita bagi Allah dan sesama, kita akan memperoleh kemuliaan bersama Kristus untuk selama-lamanya di surga. 

Pdt. HR (Renungan Warta gkb, prapaskah-5, 2017.04.02)


20160219

Pemborosan atau Pengorbanan?

Yohanes 12:1-8

Saudara, bila kita menyadari bahwa banyak hal dalam kehidupan ini adalah kesempatan yang hanya datang sekali dan tidak akan datang kembali atau "moment of no return", maka kita pasti akan menggunakan setiap kesempatan yang datang dengan sebaik-baiknya. Kesempatan itu misalnya, berupa kesempatan untuk memberi dan melakukan yang terbaik bagi orang-orang yang kita kasihi selama mereka masih hidup, karena apabila mereka telah meninggal, kesempatan itu tidak akan pernah datang lagi.

Dalam bacaan Alkitab hari ini, kesempatan "moment of no return" itu disadari betul oleh seorang perempuan bernama Maria. Diceritakan ketika Yesus datang ke Betania dan menerima jamuan makan di sana, "Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu" (ayat 3). Apa yang dilakukan oleh Maria di sini adalah hal yg sangat tidak biasa; setengah liter minyak narwastu murni yang mahal harganya dituangkan ke kaki Yesus adalah pemborosan bagi Yudas dan orang-orang sekitarnya yang menyaksikan hal itu. Tapi bagi Maria, hal itu adalah kesempatan untuk menunjukkan kasihnya yang mendalam kepada Yesus  sekalipun ia harus berkorban untuk membeli minyak yang mahal dan merendahkan dirinya dengan menyeka kaki Yesus dengan rambutnya. Bagi Maria, Yesus jauh lebih berharga dibanding apa pun juga.

Saudara, apa yang sudah kita berikan sebagai wujud cinta kasih kita kepada Tuhan? Bersediakah kita mengorbankan atau mempertaruhkan uang, reputasi, harga diri, bahkan diri kita sebagai wujud pelayanan kasih kita kepada Tuhan? Atau jangan-jangan kita menganggap uang, reputasi, dan harga diri jauh lebih berharga dibanding Yesus, sehingga apa yang kita lakukan bagi-Nya hanya pemborosan belaka?  Mari kita wujudkan kasih kita kepada Tuhan dengan apa yang ada pada kita dengan berusaha memberi dan berbuat yang terbaik bagi Tuhan dan bagi  orang-orang yang kita kasihi.
Selamat Hari Minggu, selamat menghayati Minggu Prapaskah ll, Tuhan memberkati? Amin.

Pdt. HR. Renungan warta GKB 21.02.2016

20150421

Karya Salib Kristus

Roma 5:6-11

6 Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.
7 Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar — tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati —.
8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
9 Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.
10 Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!
11 Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.


Pendahuluan
Karya seseorang yang besar dan memberikan pengaruh kepada banyak orang akan terus dikenang sepanjang masa. Salah satunya adalah Thomas Alva Edison. Dia menemukan bola lampu listrik, gramophone, dan kamera film. Ketiga penemuannya mempengaruhi kehidupan masyarakat di seluruh dunia.
Thomas Alva Edison boleh dikatakan sebagai salah seorang yang menghasilkan karya yang besar. Akan tetapi ada karya yang lebih besar dari itu, bahkan karya terbesar sepanjang masa. Karya yang mampu mengubah kehidupan manusia dan memberikan keselamatan kepada manusia. Karya ini adalah Karya Salib Kristus


Penjelasan
Karya salib Kristus merupakan karya terbesar sepanjang masa. Karya ini memberikan dampak besar bagi semua umat manusia. Oleh karena itu, sedikitnya ada 3 hal yang harus kita pahami mengenai karya salib Kristus ini, yaitu:


Pertama,
Salib Kristus Merupakan Wujud Kasih Allah Kepada Manusia (ayat 6-8)

6 Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.
7 Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar — tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati —.
8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Roma 5:7  Sangat sulit bagi seseorang mengurbankan dirinya sendiri untuk menyelamatkan orang lain— sekalipun orang itu orang jujur. Tetapi bisa saja seseorang mengurbankan dirinya dan mati demi menyelamatkan sahabatnya. (TSI)

Mengurbankan diri untuk menyelamatkan orang lain bukan perkara mudah. Untuk orang yang baik atau sahabat saja jarang orang mau berkurban menyelamatkannya, apa lagi untuk orang berdosa, orang jahat atau musuhnya pasti tidak ada orang yang mau berkurban.

Tetapi Kristus rela mati bagi kita justru ketika kita masih berdosa, orang-orang durhaka, dan seteru/musuh Allah. Ini menunjukkan betapa Allah mengasihi kita!

Terhadap orang-orang yg menyalibkan-Nya saja Ia berdoa:
Lukas 23:34,
34 Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."

Betapa besarnya kasih Allah dikatakan rasul Yohanes demikian:
Yohanes 3:16  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Dan Rasil Paulus dlm surat roma:
Roma 8:38-39
38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,
39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Ilustrasi:
Ada seorang gadis yg meragukan kasih Allah karena ia pernah mengalamk kecelakaan pesawat dan mengalami lika bakar serius dan cacad kulit tangan dan kakinya seumur hidup.
Ia ragu kalau Allah mengasihinya. Ia mulai meninggalkan Allah dan jidup secara duniawi. Namun setkap kali ia menghadapi bahaya, ada saja orang yg peduli dan mau menolongnya. Seakan Allah sedang menunjukan bahwa Dia memperhatikan dan mengasihi gadis itu.

Aplikasi:
Sekalipun orang banyak meragukan kasih Allah, jangan kita meragikan kasih Allah pada kita apa pun yang sedang kita alami.

Allah dapat menunjukan kasihNya kepada kita dgn berbagai macam cara, melalui nasihat, teguran, atau beebagai macam peristiwa yg kita alami atau yg ada disekitar kita.



Kedua,
Salib Kristus Merupakan Karya Keselamatan Allah Yang Sempurna (ayat 9-10)

9 Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.
10 Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!

Melalui kematian Yesus Kristus, kita memperoleh anugerah keselamatan. Paulus menjelaskannya dengan kata-kata demikian: ... dibenarkan oleh darah-Nya, ... diselamatkan dari murka Allah, ...diperdamaikan dengan Allah, dan ...pasti diselamatkan oleh hidup-Nya/kebangkitan-Nya.

Jaminan keselamatan ini dinyatakan oleh Yesus di kayu salib ketika seorang penjahat bertobat dan percaya kepada-Nya,
Lukas 23:43
43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

Yohanes 11:25  Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,

Ilustrasi:
Hidup itu mahal, tak bisa dibeli oleh apa pun juga.

Aplikasi:
Belum pernah ada seseorang memberi jaminan akan keselamatan kekal kpd orang lain seperti yg Yesus katakan. Karena Yesus bukan hanya mengajarkan keselamatan tetapi Ia mengerjakan keselamatan itu sendiri bagi kita.

Di dalam Kristus keselamatan itu bukan semoga, mudah2an, tetapi telah dan akan terus menjadi milik kita, setiap orang yg percaya.

Banyak orang menganggap enteng keselamatan sehingga menggadaikan bahkan menjualnya demi jabatan, pasangan hidup, harta benda dlsb.


Ketiga,
Salib Kristus Mendatangkan Sukacita (ayat 11)

11 Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.


Roma 5:11  Bukan hanya keselamatan yang membuat kita sangat bersukacita sekarang. Tetapi kita juga bersukacita dan bangga atas apa yang sudah Tuhan kita Kristus Yesus lakukan sehingga hubungan kita dengan Allah menjadi baik kembali. (TSI)


Jadi keselamatan dan pendamaian, kata Paulus, membuat kita bersukacita.

Salib Kristus telah mengubah eksistensi manusia dan hubungannya dgn Allah yg telah rusak akibat dosa. Semula berdosa kini dibenarkan, semula seteru, musuh Allah, kini diperdamaikan, semula dimurkai Allah, kini dikasinya dan diselamatkan-Nya.
Inilah yang membuat manusia dapat bermegah, dapat bersukacita, dan dapat memuji Tuhan.

Ilustrasi:
Sukacita spt orang yg terhukum dibebaskan, orang yg dimurkai dikasihi, musuh didamaikan.

Aplikasi:
Bagaimana kita menyyikapi kasih dan keselamatan yang Tuhan telah nyatakan bg kita?
* Bersyukur: ibadah bukan srkedar kewajiban, setor muka, tetapi kesukaan dan kerinduan, kehausan akan Tuhan yg besar. Ini terlihat bgmn siksp kita beribadah; datang lebih awal, menikmati ibadah dari awal sampai akhir tanpa terburu2. (Seperti kencan dgn kekasih). Demikian juga dgn pelayanan ....

* Hidup sebagai manusia baru:
- semula kita adalah orang-orang berdosa, tapi dgn darah Kristus kita menjadi orang yg dibenarkan Allah, hidup sbg manusia baru berarti meninggalkan dan menjauhi dosa serta tidak lagi berkanjang dlm dosa.

- semula kita adalah sasaran murka Allah, tapi kini kita sbg orang yg dikasihi Allah, karena itu hiduplah sbg manusia baru yg mengasihi Allah dan sesama, melakukan segala sesuatu dgn penuh cinta.

- sbg orang yg seharusnya menerima hukuman namun kita diselamatkan, hidup baru berarti hidup penuh sukacita untuk menyenangkan hati Tuhan.

- sbg orang yg menjadi seteru dan musuh Allah namun kita telah didamaikannya, maka hidup secara baru berarti hidup yg memiliki relasi pribadi yg baik dgn Allah; doa, saat teduh dan spiritualitas yg baik.


Penutup
Setiap kali kita memandang salib Kristus, ingatlah bahwa kita adalah orang-orang yg dikasihi, disselamatkan dan dijadikan baru oleh Allah melalui pengurbanan Kristus.  Karena itu marilah kita hidup secara baru dgn penuh syukur dan sukacita serta kesetiaan kepada Dia yg telah mati untuk kita. Amin!


Ibadah Jumat Agung, GKB 2015.04.02
Handri Rusli,

20150326

KETIKA IA HARUS MENANGGUNG DERITA

Hasil gambar untuk ketika yesus harus menanggung deritaMatius  27 : 27 – 44

Saudara kekasih Tuhan, minggu ini kita memperingati minggu Palmarum atau Minggu Sengsara. Pada minggu ini kita mengingat ketika Yesus memasuki Yerusalem dan disambut serta dielu-elukan oleh orang banyak sambil membawa daun-daun palem mereka berseru, "Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!"  (Matius 21:9). Namun beberapa hari kemudian, mereka yang berseru "hosana" mereka juga berseru "salibkan Dia". Begitu cepat dan mudahnya sikap mereka berubah terhadap Yesus karena hasutan imam-imam kepala dan tua-tua,  juga karena mereka kecewa terhadap Yesus yang tidak memenuhi harapan dan keinginan mereka untuk menjadi mesias politis yang akan membebaskan mereka dari penjajah Romawi.

Akhirnya di Yerusalem Yesus harus menanggung banyak penderitaan:
Ia menderita secara fisik, karena harus menjalani hukuman sekalipun bukan karena salah-Nya; Ia disesah dengan keji, dipakaikan mahkota duri, dipukul kepala-Nya dengan buluh, diludahi, memikul salib dan akhirnya dipakukan tangan dan  kaki-Nya di kayu salib hingga mengalami kematian secara pelan-pelan.

Ia juga menderita bukan hanya fisik-Nya tetapi juga psikis-Nya, batin dan jiwa-Nya karena Ia ditolak bahkan dihina oleh orang-orang disekitar-Nya. Serdadu-serdadu mengolok-olok-Nya (ay.27-31), orang-orang yang lewat menghujat-Nya (ay.39-40),  imam-imam kepala, ahli Taurat dan tua-tua menghina-Nya (ay.41-43), dan bahkan penyamun yg disalibkan bersama Dia mencelanya juga (ay.44).

Minggu Palmarum sungguh telah menjadi minggu kesengsaraan bagi Yesus karena  Ia menderita bukan saja secara fisik dan psikis tetapi juga secara rohani karena Ia juga ditinggalkan oleh Bapa ketika Ia tergantung di kayu salib (ay.46).
Yesus menderita sedemikian hebat, bukan karena kesalahan dan dosa-Nya tetapi karena kesalahan, dosa dan kejahatan orang-orang disekitar-Nya, tentu termasuk kita di dalamnya. Jadi Ia menderita karena Ia menanggung dosa kita, demikian nabi Yesaya menulis: "Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah"(Yes.53:4).

Saudara, seperti Yesus yang menderita bukan kerena dosa-Nya, demikian juga kita para pengikut-Nya; kita bisa menderita fisik maupun psikis bukan kerena kita bersalah melainkan karena iman percaya kita kepada-Nya dan karena orang-orang jahat di sekitar kita yang tidak menghendaki kita hidup dalam kebenaran. Tapi jangan takut, karena sekalipun kita menderita kita tidak akan sampai ditinggalkan Allah karena Yesus telah menanggungnya untuk kita. Amin.

Renungan Warta gkb 2015.03.29
Pdt. Handri Rusli

20150324

Makna Dibalik Berdiam Diri

Hasil gambar untuk Berdiam diri(Khotbah)
Matius 27:11-26

Ketika diperhadapkan dengan masalah atau persoalan besar, ada orang yang memilih untuk berdiam diri, tidak mau berbicara apa-apa kepada siapa pun juga. Tentu mereka punya alasan mengapa mereka berdiam diri. Diantara alasan-alasan itu yang mungkin adalah:
* bisa terkesima kaget . . .
* tidak tahu harus berbuat apa.  . .bingung
* meresa tdk berdaya, tiada harapan
* pasrah pada nasib atau takdir
* merenung, berefleksi, bertobat . . .
* berpikir mencari jalan keluar,
* atau menenangkan diri menghadapi masalah krn yakin akan pasti ada jalan keluar.
Bgmn dgn Yesus, ketika Ia menghadapi masalah tuduhan-tuduhan palsu yang memojokkan Dia agar dihukum mati?
Memang kita tdk tahu dgn pasti apa alasannya Yesus berdiam diri. Hal ini tentu hanya Yesus sendiri yg tahu.
Ada yang mengatakan bahwa berdiam-dirinya  Yesus mengandung seribu makna . . . sulit diketahui dan dipastikan.
Murid2 pun tampaknya tdk tahu.
Namun dengan berusaha memahami teks semoga kita dapat sedikit memahaminya.
saya coba mengangkat tiga alasan mengapa Yesus berdiam diri:

1. Krn Yesus tahu kebenaran dan tahu tujuan hidup-Nya (ay.11-14).
11 Lalu Yesus dihadapkan kepada wali negeri. Dan wali negeri bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya."
12 Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap Dia, Ia tidak memberi jawab apa pun.
13 Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?"
14 Tetapi Ia tidak menjawab suatu kata pun, sehingga wali negeri itu sangat heran.

Yesus tahu diriNya benar bhw Ia raja (11), sekalipun kerajaanNya bukan dari dunia ini.
* Yohanes 18:37  Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Jadi Engkau adalah raja?" Jawab Yesus: "Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku."
* Yohanes 12:27  Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.
Karena Yesus tahu yg benar bahkan diri-Nya adalah kebenaran, serta tahu dengan jelas tujuan hidup-Nya, maka Ia bisa tetap tenang menghadapi situasi yg gawat, kacau serta tetap tenang menghadapi orang2 yg berbuat jahat kpd-Nya.
Hal ini bisa digambarkan seperti:
Istilah "berani karena benar, takut karena salah"
Seperti Ahok yg tdk takut menghadapi hak angket anggota DPRD yg dapat mencopot jabatannya sbg gubernur DKI Jakarta. Ia berani karena tahu bahwa dirinya benar. Hanya bedanya Ahok berani dengan banyak bercerita, tapi Yesus berani dengan berdiam diri atau tenang menghadapi masalahNya.
Setiap orang seharusnya tahu tujuan hidupnya. Dan tujuan yg paling dasar adalah bahwa setiap orang harus hidup di dalam kebenaran.
Hidup dalam kebenaran akan memberikan keteguhan dan ketenangan.
Orang yg hidup dlm kebenaran tdk takut ketika menghadapi krisis, persoalan hidup, dan masalah2 yg melanda hidupnya, krn ia berpegang pd kebenaran, tapi orang yang tidak benar dalam hidupnya ia akan seperti orang yg kebakaran jenggot.
Banyak orang Kristen pemilik perusahaan, karyawan, pegai negeri sipil atau militer, pejabat dlsb. ketika menghadapi pejabat yg berwenang memeriksa kekayaannya seperti orang kebakaran jenggot, mungkin mereka belum hidup dlm kebenaran.
Suami atau istri yg hidup dalam kebenaran akan tetap tenang sekalipun pasangan hidupnya banyak bertanya karena curiga.
Saudara, maukah saudara memiliki ketenangan sekalipun menghadapi situasi yg mengancam?
Hiduplah dlm kebenaran, krn untuk itulah kita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Dan untuk itulah kita ditebus dan diselamatkan oleh Kristus.

2. Agar Pilatus mencari tahu kebenarannya mengapa Yesus diserahkan (ay.18-19).
18 Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.
19 Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: "Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam."

Akhirnya Pilatus tahu kebenaran:
- bhw Yesus diserahkan krn dengki (ay.18), tentu ini melalui penyelidikan perkara.
- bhw Yesus adalah orang benar, melalui mimpi istrinya (ay.19).
Dan berdasarkan kebenaran itu, maka Pilatus tahu kebenaran2 kasus itu, yaitu:
bahwa karena dengkinya kpd Yesus, imam-imam kepala dan tua-tua Yahudi:
- membuat tuduhan palsu dan mencari kesaksian palsu  dan sepakat untuk membunuh Yesus (26:59, 27:1)
- menghasut umat agar memberi tekanan kepada Pilatus agar memutuskan vonis mati bagi Yesus  dan membebaskan penjahat Barabas (ay.20).
- mereka buta thd kebenaran, sehingga memilih membebaskan penjahat dan menghukum yg tak bersalah.
- mereka menghalalkan sgl cara, memperalat orang lain berbuat kejahatan: memperalat Pilatus agar memvonis mati dan umat yang dihasut untuk mendesak hukuman itu.
Dan akhirnya Pilatus mendengar sendiri pengakuan dosa dan kejahatan mereka (25)
Dan seluruh rakyat itu menjawab: "Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!"
Karena Pilatus tahu yg benar, maka ia tahu yang salah dan jahat, yaitu imam-imam kepala dan tua-tua yahudi serta umat yg dihasut.
Untuk mencari tahu apakah rupiah kita asli atau palsu, maka kenalilah dulu yg asli/benar maka kita bisa mendeteksi yg palsu. Caranya dgn 3D: Dilihat, Diraba, Diterawang.
Demikian juga kebenaran, dengan mengetahui kebenaran yg sesungguhnya maka kita akan tahu yg tidak benar.
Bila kita menemukan terang maka kegelapan akan sirna.
Banyak perkara di dunia ini yang bisa memutar balikkan kebenaran; orang benar disalahkan dan orang salah dibenarkan, orang yg tak bersalah dihukum orang jahat dibebaskan.
Hal ini banyak terjadi di negara kita (masalah penegakan hukum), tetapi bisa terjadi juga dalam kehidupan sosial di tengah masyarakat, orang dikucilkan karena dituduh berbuat ini dan itu. Bisa juga terjadi dalam kehidupan pelayanan bahkan keluarga, ada orang yang dipersalahkan padahal belum tentu dia yang salah.
Dalam setiap persoalan kita tidak boleh sembarang menuduh dan memvonis atau menghakimi orang lain, seharusnya kita selalu berusaha mencari kebenarannya dgn sungguh-sungguh krn itulah memang panggilan setiap kita.
Dalam mencari kebenaran, ingatlah firman:
"jangan menghakimi . . ."
"carilah, ketuklah, mintalah . . . maka . . ."
Setiap kebenaran yg kita temukan maka kebenaran itu akan menelanjangi ketidakbenaran, kejahatan dan dosa.
Kadang Tuhan bahkan seringkali Tuhan berdiam diri terhadap banyak persoalan ketidakadilan karena Tuhan sdg memberi kesempatan kpd kita untuk mencari tahu kebenaran.
Atau Tuhan sedang menunjukkan kpd kita dan dunia betapa berbahaya dosa dan orang2 yg berbuat dosa dgn segala kejahatannya.
Jadi carilah kebenaran dan berusahalah hidup di dalamnya dan jangan membuka diri terhadap dosa apalagi hidup di dalamnya krn kita akan menanggung sendiri akibatnya  "Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!"
Keluaran 34:7  (TUHAN) yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat."
Bagian firman ini memperingatkan kita ttg betapa seriusnya dosa. Bayangkan karena dengki saja orang bisa merancang dan berbuat kejahatan sedemikian rupa, belum lagi dosa2 yang lain, yg menyangkut Harta, Tahta dan Wanita/pria, seperti: korupsi, kolusi, perselingkuhan, dusta dlsbg.
Jadi jangan main2 dgn dosa karena dosa akan menghancurkan hidup kita dan jg sesama kita

3. Agar kita yg tahu kebenaran, tetap teguh dalam kebenaran dan berusaha membela yang benar (ay.15-17, 20-26).
15 Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu atas pilihan orang banyak.
16 Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas.
17 Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: "Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?"
20 Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati.
21 Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: "Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?" Kata mereka: "Barabas."
22 Kata Pilatus kepada mereka: "Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?" Mereka semua berseru: "Ia harus disalibkan!"
23 Katanya: "Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?" Namun mereka makin keras berteriak: "Ia harus disalibkan!"
24 Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: "Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!" 
25 Dan seluruh rakyat itu menjawab: "Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!"
26 Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan.

Setelah Pilatus tahu yg benar (yg benar itu biasanya minoritas, kecil, tertindas, suaranya nyaris tak terdengar) maka ia berusaha membela yg benar (ini karena hati nuraninya masih berfungsi, banyak orang hati nuraninya sdh tumpul, buta bahkan mati shg sekalipun tahu yg benar tapi tidak peduli pada yg benar.
Maka Pilatus berusaha membebaskan Yesus:
- melalui tradisi paskah Yahudi; ada tahanan yg dibebaskan, ia menawarkan antara Yesus atau Barabas yg dibebaskan?
- mempertanyakan pd umat, kesalahan apa yg telah diperbuat Yesus?
Namun akhirnya Pilatus menyerah karena harganya terlalu mahal baginya; tahu yg benar, melakukan yg benar dan membela yg benar, ia bisa kehilangan jabatannya, popularitasnya dan sumber penghidupannya, ia bisa jatuh miskin.
karena itu ia mencuci tangan sbg tanda lepas tanggung jawab.
Banyak orang tahu yg benar, tetapi belum tentu melakukan yang benar dan berani membela yg benar.
- banyak orang tahu bahwa rokok, makanan berlemak, minuman bersoda dan beralkohol tidak baik untuk kesehatan tapi kita hisap, makan dan minum juga.
- banyak orang beragama, rajin beribadah, berdoa baca kitab suci bahkan melayani di gereja tapi hidupnya penuh dgn kejahatan.
Untuk melakukan yg benar dibutuhkan keberanian dan pengurbanan, ada harga mahal yg harus dibayar, bila tidak, kita hanya akan mencuci tangan dan melepaskan tanggung jawab yg dipercayakan kpd kita, seperti yg dilakukan Pilatus.
- Tidak jarang kita dalam hidup ini 'mencuci tangan' melepaskan tanggung jawab sbg anak terhadap orangtua, sbg suami thd istri dan anak serta sebaliknya, sbg karyawan, sbg majikan, sbg umat Tuhan dlsbg.
Di tengah segala persoalan hidup yg kita hadapi di sekitar kita, kadang bahkan mungkin seringkali Tuhan berdiam diri dan tdk menjawab doa2 kita, karena Tuhan ingin kita yg telah dibenarkannya, kita juga hidup dalam kebenaran sesuai dengan tugas dan panggilan kita masing2; dalam pekerjaan, palayanan, keluarga dan hubungan dgn sesama.
Saudara, sebagai orang-orang yang telah dibenarkan, hiduplah selalu dalam kebenaran betapa pun banyak orang yg menentang sehingga kita harus membayar harganya. 
Jadilah seperti Yesus yg teguh dalam kebenaran sekalipun Ia harus mati karenanya.
Amin!

GK Cibinong, 2015.03.22
Pdt. Handri Rusli

20090408

Kematian Kristus Sebagai Karya Keselamatan Allah Yang Sempurna

(Ibrani 10:16-25, Yohanes 18, 19)
Bicara mengenai kesempurnaan akan membawa kita membandingkan dengan ketidak-sempurnaan. Demikian yang dilakukan penulis surat Ibrani ketika membicarakan karya keselamatan Kristus yang sempurna. Dalam hal ini penulis membandingkan secara tajam antara kurban yang dipersembahkan Yesus dengan kurban-kurban hewan yang dipersembahkan para imam.
Kurban Yesus dipersembahkan sekali untuk menghapus semua dosa manusia dan untuk selama-lamanya, demikian penulis surat Ibrani katakan, "Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah, ... Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan" (10:12,14). Sedangkan kurban-kurban hewan yang dilkakukan para imam harus dilakukan tiap-tiap hari dan berulang-ulang namun tidak juga menghapuskan dosa (10:11) bahkan hal itu hanya untuk menyadarkan manusia akan keberdosaannya saja.
Mengapa hanya kurban Yesus yang sempurna?
Pertama, karena Yesus adalah Anak Allah -- Anak yang kekal. Sebagai Anak Allah, Ia menunjukkan ketaatan-Nya kepada Bapa melalui ketabahan-Nya untuk menderita bahkan mati disalib sebagai kurban penghapus dosa (Yohanes 18 – 19). Sebagai Anak Allah, Yesus lebih tinggi dari nabi-nabi dalam Perjanjian Lama. Ia pun lebih tinggi dari malaikat atau Musa sendiri. Namun Ia taat pada Bapa untuk menjadi kurban penghapus dosa.
Kedua, karena Yesus adalah Imam Agung yang lebih tinggi daripada imam-imam dalam Perjanjian Lama (ay. 21), dengan perantaraan Yesus, orang yang percaya kepada-Nya dibebaskan dari dosa dan dari ketakutan dan kematian. Sebagai Imam Agung, Yesus memberikan kepada manusia keselamatan sejati yang tidak dapat diberikan oleh upacara-upacara persembahan kurban dan upacara-upacara lainnya di dalam agama Yahudi. Upacara-upacara itu hanya dapat memberikan gambaran dari keselamatan sejati itu saja, lain tidak.
Hari ini, kita memperingati karya keselamatan Allah yang sempurna di dalam kematian Kristus di kayu salib. Dalam kesetiaan dan ketaatan-Nya pada Bapa, Ia tabah menghadapi derita salib. Hal ini seharusnya membawa kita juga untuk setia dan taat pada Allah dalam hidup ini sekalipun di dalam pergumulan dan penderitaan yang mungkin kita hadapi.
Hari ini juga kita memperingati kebaikan dan kemurahan Allah yang paling besar bagi semua orang karena Yesus mati bukan saja untuk orang-orang Kristen, tetapi juga untuk mereka yang di luar kekristenan bahkan yang membenci kristen sekalipun, Ia mati untuk mereka yang di dalam gereja tetapi juga untuk mereka yang di dalam penjara, untuk mereka yang kaya tetapi juga untuk mereka yang miskin. Karena itu hendaklah peringatan ini mendorong kita juga untuk mengasihi dan berbuat baik kepada semua orang (ay. 24).
Karena itu marilah kita datang ke Perjamuan Kudus-Nya dengan hati yang murni dan penuh syukur atas keselamatan sempurna yang dianugerahkan-Nya kepada kita. Selamat memperingati Jumat Agung, selamat memperingati kemurahan Allah terbesar bagi kita semua, kiranya Tuhan menolong kita juga untuk bermurah hati kepada sesama. Amin.

(Handri R.-renungan Jumat Agung, 10042009)