Translate

20150924

Peran Anggota Rumah Tangga

Kolose 3:18-25

Saudara, dalam kehidupan rumah tangga tentu setiap kita mengharapkan, mendoakan dan mencita-citakan rumah tangga yang bahagia bagi setiap anggotanya. Namun kenyataan yang kita hadapi serìng kali berbeda dengan yang kita harapkan, doakan dan kita cita-citakan itu. Mengapa hal itu terjadi? Pertama karena untuk mewujudkan rumah tangga bahagia bukan hal yang mudah. Kedua, rumah tangga bahagia tidak akan terwujud hanya dengan doa, harapan dan cita-cita saja, tetapi perlu upaya yang lebih dari itu.

Upaya itu adalah adanya kesediaan masing-masing anggota keluarga untuk berperan sebagaimana firman Tuhan yang dinasihatkan oleh Rasul Paulus dalam surat Kolose pasal 3 yg kita baca hari ini, yaitu: istri harus tunduk kepada suaminya (ay. 18), dan suami harus mengasihi istrinya (ay. 19), anak-anak harus mentaati orang tuanya (ay. 20) dan orang tua - khususnya bapa-bapa - jangan menyakiti hati anak-anaknya (ay. 21). Dalam melakukan setiap peran tersebut baik suami, istri, orangtua atau pun anak, masing-masing harus melakukannya bukan semata-semata untuk suami, atau untuk istri, atau untuk orangtua, atau untuk anak-anak belaka, tetapi terutama mereka harus melakukannya untuk Tuhan (ay. 23).

Saudara, firman Tuhan hari ini, mengingatkan kita bahwa kebahagiaan kehidupan rumah tangga tidak dapat kita capai apa bila kita hanya mengandalkan salah satu peran saja yg menjalankan fungsinya; hanya suami atau hanya istri, atau hanya orangtua, atau hanya anak-anak saja, tetapi apa bila semua anggota keluarga berkomitmen dan berperan sebagaimana firman Tuhan yg dinasihatkan oleh Rasul Paulus ini, maka kebahagiaan itu akan bisa kita capai. Maukah Saudara memiliki rumah tangga yang bahagia? Berdoalah, perhatikanlah dan dengarkanlah firman ini, dan lakukanlah! Selamat hari Minggu, Tuhan memberkati kita. Amin!

(HR, Renungan Warta GK Bgr, 2015.09.27)

20150921

PERSELINGKUHAN

2 Samuel 11: 1-4; Matius 5:27-28
(Pdt. Handri Rusli, Ibadah GK Pos Ciampea 20.09.2015)

Ada pendapat yang mengatakan, bahwa kelemahan laki-laki itu ada pada 3ta (harta, tahta, wanita)
Ulas sedikit .... saudara boleh setuju atau tdk setuju terhadap pendapat ini ....
Lalu kelemahan wanita ada dimana ? Mungkin ada pada harta dan pria..., karena soal tahta biasanya wanita kurang tertarik.
Saudara boleh menilai pendapat2 ini benar dan tidaknya dari kasus2 yg ada. Tapi paling tidak, pendapat2 ini mau memberi perhatian pada hal-hal tersebut untuk diwaspadai oleh kita, baik sebagai pria maupun wanita dalam menjalani hidup ini.
Lepas dari pendapat-pendapat tersebut, melalui bacaan hari ini kita akan belajar dari kasus yg dialami Daud.

Daud raja yg mapan (ay 1)
2 Samuel 11:1 (TB)  Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem.
Penjelasan:
* pada waktu raja2 biasanya maju berperang, Daud menyuruh Yoab, sedang ia tinggal di Yerusalem.
=> pernyataan ini menunjukkan Daud sudah mapan sbg raja.
> biasanya maju berperang, sekarang menyuruh ...
> biasanya pergi bersama tentara sekarang tinggal di istana ....
Karena Daud sudah mapan sbg raja, banyak tugas yg dulu dikerjakannya sendiri, kini didelegasikan kpd orang lain, bahkan banyak pelayan2 yg melayani dia, sehingga dia punya banyak waktu luang untuk dirinya sendiri.
Otoritasnya pun semakin diakui dan disegani, ini ditandai dgn kata "menyuruh" yg ditulis berulang2, menyatakan otoritasnya sbg raja semakin mantap
ay 1, Daud menyuruh Yoab....
Ay 3, Daud menyuruh orang bertanya siapa perempuan itu....
Ay 4, Daud menyuruh orang mengambil dia ....
Ay 6, Daud menyuruh orang kepada Yoab....
Ay 27, Daud menyuruh membawa perempuan itu ...
Jadi tahta raja, kuasa dan tentu juga harta Daud sbg raja semakin kuat dan semakin mapan.
Dari mana semuanya itu diperoleh Daud?
* dari kerja keras dan perjuangannya
* dari berkat dan kemurahan Tuhan.
Jadi tidak ada yg salah dengan tahta, kuasa dan harta yg dimiliki Daud sbg raja.
Justru yg namanya berkat Tuhan, pertama-tama harus disyukuri. Bersyukur kpd Tuhan  untuk semua berkatNya.
Kemudian berkat Tuhan itu juga harus disikapi dgn sikap yg benar. Supaya kita dapat mempergunakan berkat itu dgn cara yg benar dan berkenan kpd Tuhan.
Berkat itu dapat seperti pisau di tangan seseorang. Bisa berdampak baik, tapi juga bisa berdampak buruk. Bila dipergunakan untuk bekerja di dapur, pisau itu akan sangat berguna bagi kita. Tapi bila digunakan untuk menyakiti orang lain, pisau itu akan mencelakakan kita.
Saudara, dalam setiap usaha dan kerja keras yg kita lakukan, pasti ada berkat Tuhan yg Tuhan titipkan, percayakan kpd setiap kita; mungkin usaha yg semakin maju, jabatan yg semakin naik, anak-anak yg semakin besar dan berhasil, hidup yg berkecukupan, tabungan yg meningkat, atau waktu luang yg lebih yg dapat kita nikmati krn banyak pekerjaan yg sudah bisa kita delegasikan kpd orang lain.
Melalui firman ini kita diingatkan, bahwa kita bukan hanya harus mensyukuri berkat itu kepada Tuhan, tetapi juga kita harus menyikapi berkat itu dgn sikap yg benar.
Daud, sbg raja, memiliki banyak waktu luang yg dapat digunakan untuk hal2 yg baik; memikirkan strategi perang misalnya, bgmn mensejahterakan rakyat, bgmn membawa rakyat beribadah kpd Tuhan, dlsbg.
Sbg raja yg berkuasa untuk memerintah, ia bisa pakai kuasanya untuk memerintahkan sgl yg baik untuk demi kepentingan kerajaan dan kesejahteraan umat gembalaannya.
Tapi apa yg terjadi dalam kisah ini? Bagaimana Daud menyikapi berkat Tuhan dalam kehidupannya?
Daud raja yang jatuh dalam doa (ay. 2-5)
Daud kurang berhati2 dalam menyikapi berkat Tuhan, sehingga ia jatuh dalam dosa perselingkuhan.
Penjelasan:
Ay. 2, Daud bangun dari tidur siang, jalan2 di sotoh istana, tak sengaja melihat wanita cantik mandi.
Ay. 3, menyuruh orang untuk cari tahu siapa perempuan itu
Ay. 4, menyuruh mengambil perempjuan itu dan menidurinya
Ay. 5, perempuan itu mengandung....
Perhatikan...!
* Godaan datang pada saat yg tidak terduga, pada saat Daud lengah sbg raja yg diurapi Tuhan. Sehingga si penggoda datang menyerang...
1 Petrus 5:8 (TB)  Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
* Apa yg terjadi setelah Daud jatuh dalam dosa?
Daud berusaha menutupi, menyembunyikan dosa itu dgn melakukan dosa yg lain:
- menyuruh Uria pulang dan tidur dgn istrinya (ay 6-11)
- membuat Uria mabuk supaya tidur dgn istrinya (ay 12-13)
- mengirim Uria ke garis depan pertempuran spy terbunuh (ay 14-25)
Kemudian Daud mengambil Batsyeba sbg istrinya, tapi ...hal itu adalah jahat di mata Tuhan (ay 27)
Dosa itu seperti bola salju yg menggelinding dari atas gunung, mula2 kecil, kemudkan semakin besar, semakin besar, dan semakin besar sampai menghancurkan semuanya.
Untunglah kemudkan Daud bertobat, setelah ditegur dgn keras oleh nabi Nathan.
Tapi Daud tetap harus menanggung akibat dosanya.
2 Samuel 12:7-14 (TB)
7 Kemudian berkatalah Natan kepada Daud: "Engkaulah orang itu! Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Akulah yang mengurapi engkau menjadi raja atas Israel dan Akulah yang melepaskan engkau dari tangan Saul.
8 Telah Kuberikan isi rumah tuanmu kepadamu, dan isteri-isteri tuanmu ke dalam pangkuanmu. Aku telah memberikan kepadamu kaum Israel dan Yehuda; dan seandainya itu belum cukup, tentu Kutambah lagi ini dan itu kepadamu.
9 Mengapa engkau menghina TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di mata-Nya? Uria, orang Het itu, kaubiarkan ditewaskan dengan pedang; isterinya kauambil menjadi isterimu, dan dia sendiri telah kaubiarkan dibunuh oleh pedang bani Amon.
10 Oleh sebab itu, pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu.
11 Beginilah firman TUHAN: Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu yang datang dari kaum keluargamu sendiri. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari. 
12 Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan."
13 Lalu berkatalah Daud kepada Natan: "Aku sudah berdosa kepada TUHAN." Dan Natan berkata kepada Daud: "TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.
14 Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menista TUHAN, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati."
* Saudara, Daud sebagai raja yg dipilih dan diurapi Tuhan saja bisa jatuh dalam dosa perselingkuhan dan perzinahan. Ini menunjukkan bahwa siapa pun dapat jatuh ke dalam dosa perselingkuhan ini.
Tidak seorangpun yang kebal akan pencobaan seksual.
Berarti kita pun, saudara dan saya, bapak2 dan ibu2, kita rentan terhadap dosa ini, tentu terhadap dosa2 yg lain juga.
Jadi kita seharusnya waspada terhadap dosa, terhadap godaan2 yg ada di sekitar kita, krn si penggoda dapat datang di saat2 yg tdk terduga. Di saat2 kita dalam keadaan yg baik2 saja, di saat kita berkelimpahan, atau di saat kita berkekurangan, si penggoda dapat datang menyerang kita agar kita jatuh dan berbuat apa yg jahat di mata Tuhan.
* Bila kita sudah jatuh dalam dosa ini, kita harus bertobat dgn sungguh2 di hadapan Tuhan.
Tapi konsekwensi, akibat dosa itu bisa saja tetap harus kita alami, seperti Daud.
Baik secara langsung atau pun tdk secara langsung.
Seperti yang dialami Daud: anaknya dgn Batsyeba meninggal, Amnon memperkosa Tamar, Absalom membunuh Amnon, Absalom memberontak thd Daud, kerajaan terpecah, dst.
Ini menunjukkan betapa seriusnya dosa ini di hadapan Tuhan.
Tapi bila kita bertobat dengan sungguh-sungguh, Tuhan menyediakan pengampunan bagi kita, sehingga dosa-dosa itu tidak akan membinasakan kita.
Yesaya 1:18 (TB)  Marilah, baiklah kita beperkara! — firman TUHAN — Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.
Galatia 3:13 (TB)  Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
* Agar kita tidak jatuh ke dalam godaan dan dosa perselingkuhan ini, lalu apa yang harus kita lakukan?
:
- berdoa: ... janganlah membawa kami ke dalam pencobaan...(ingat doa Bapa kami)
- jangan lengah dan waspada terhadap segala godaan
1 Petrus 5:8 (TB)  Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
- setia terhadap pasanganmu sebagai wujud kesetiaan kita kepada Tuhan.
- belajar mencintai pasangan setiap waktu, belajar dari lebah, bukan dari lalat: pasangan kita punya banyak kekurangan, tapi juga pasti punya banyak kelebihan. Seperti lebah madu, hanya tertarik pada madu, hendaknya kita juga hanya tertarik untuk memperhatikan segala yang baik dan positif dari pasangan kita. Jangan seperti lalat, hanya tertarik pada hal-hal yg negatif, yg buruk dan segala kekurangan dariasangan kita sehingga akan membawa penyakit dan petaka dalam rumah tangga.
- mengisi waktu dengan sgl kegiatan yg positif, seperti:
Melayani sbg aktifis, pengurus bagian, dlsbg.
Penutup:
Saudara, hubungan Tuhan dgn umatNya, ibarat hubungan suami dengan istri, Tuhan ingin umatNya setia kpdNya separti Tuhan setia kpd kita, karena itu marilah kita tunjukan kesetiaan kpd Tuhan melalui kesetiaan kita kpd pasangan kita.
Amin!

HR, 21.09.2015

20150918

Perselingkuhan

2 Samuel 11: 1-4; Matius 5:27-28


Saudara, minggu ini kita merenungkan firman Tuhan yang membahas tentang kejatuhan raja Daud dalam dosa  'perselingkuhan'. Kata selingkuh menurut kamus bahasa Indonesia adalah:1 suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri; tidak berterus terang; tidak jujur; curang; serong; 2 suka menggelapkan uang; korup; 3 suka menyeleweng. 
Dari pengertian ini, berarti selingkuh tidak hanya berarti adanya PIL (Pria Idaman Lain) atau WIL (Wanita Idaman Lain) dalam kehidupan rumah tangga, tetapi juga dosa-dosa dalam bentuk lainnya yang intinya adalah ketidakjujuran untuk kepentingan diri sendiri.

Namun demikian, renungan kita minggu ini secara khusus membahas perselingkuhan dalam kehidupan rumah tangga. Daud jatuh dalam dosa perselingkuhan bahkan perjinahan dimulai dari hal yang sederhana yaitu melihat (ay 2), tapi kemudian ia mengingini (milik orang lain) yang dilihatnya dan akhirnya ia melakukan apa yang diingininya, yaitu Daud tidur dengan Batsyeba (ay 3, 4). Untuk menutupi dosa perselingkuhannya, Daud melakukan dosa yang lain dengan membunuh Uria, suami Batsyeba, dengan cara yang licik dan kejam dengan membiarkannya terbunuh di medan perang (ay 6-21). Akibat dari dosa perselingkuhan Daud dengan Batsyeba ini, maka Tuhan menghukumnya dengan segala peristiwa yang terjadi dalam kerajaannya (lihat pasal-pasal berikutnya), karena..... hal yang telah dilakukan Daud itu adalah jahat di mata TUHAN (ay 27)

Saudara, dari kisah ini kita diingatkan, jika Daud seorang raja pilihan Tuhan saja bisa jatuh dalam dosa perselingkuhan dan perjinahan, demikian juga dengan kita, kita pun bisa jatuh dalam dosa yang sama jika kita tidak berhati-hati dalam menjalani kehidupan ini. Marilah kita memohon kepada Tuhan, agar Tuhan melindungi kita dari dosa yang satu ini, dan apabila kita telah jatuh marilah kita bertobat, mohon ampun pada Tuhan, dan memulai hidup yang baru bersama Tuhan. Selamat hari Minggu, Tuhan memberkati kita. Amin!


HR, renungan warta gk bogor 19.09.2015

20150903

Allah Membentuk Keluarga

Kejadian 2:8-25

Saudara, dahulu banyak orang menikah dan membentuk keluarga karena dijodohkan oleh orang tua mereka atau oleh kerabat mereka, tetapi sekarang pada umumnya orang menolak dijodohkan dan lebih suka menikah dan membentuk keluarga dengan orang yang dipilihnya sendiri dengan orang yang dicintainya, dengan harapan agar pernikahannya dan keluarga yang dibentuknya akan bahagia dan langgeng.

Melalui firman Tuhan hari ini, kita diingatkan, bahwa pada dasarnya pernikahan terjadi dan keluarga terbentuk adalah karena Allah yang merancangnya dengan tujuan agar manusia dapat mengerjakan apa yang menjadi tugasnya di dunia ini, yaitu "... untuk mengusahakan dan memelihara..." (Kej 2:15). Dengan rancangan Tuhan ini, manusia menjadi merasa kesepian jika ia hidup seorang diri (ay 18) dan rasa kesepian itu mendorong dia untuk mencari teman hidup yang sepadan (ay 20). Namun pasangan yang sepadan itu tidak dijumpainya sampai Tuhan membentuk seorang perempuan dari rusuknya dan membawanya kepada manusia itu (ay 22) sehingga manusia itu menemukannya dan berkata, "inilah dia.... (ay 23).

Saudara, bagaimana Anda dapat bertemu dengan pasangan hidup Anda? Apakah dijodohkan? Atau karena pilihan sendiri? Sadarilah..., bahwa semuanya itu bisa terjadi karena Tuhan telah menciptakan pasangan hidup untuk kita dan Tuhan juga yang membawanya kepada kita, sehingga kita bisa menemukannya dan berkata, "inilah dia ... jodohku!" Jodoh adalah pemberian Tuhan, karena itu bagi Saudara yang telah menemukan jodohnya dan mengikatnya dalam ikatan pernikahan, jaga dan lestarikanlah jodoh itu dalam kehidupan keluarga. Namun bagi Saudara yang belum menemukan jodoh dan butuh teman hidup untuk membentuk keluarga, berusahalah, cari dan temukanlah jodohmu, karena bila kita percaya bahwa Tuhan telah menciptakan pasangan hidup untuk kita, kita harus percaya juga bahwa Tuhan akan menolong kita menemukan jodoh dan melestarikannya dalam kehidupan keluarga. Amin.

(HR, renungan warta jemaat GK Bogor, 2015.09.06)