Translate

20140918

Kehidupan yang Dipulihkan

Yeremia 33:1-13 

Saudara, hidup tidak selalu berjalan seperti yang kita ingin atau harapkan; suka dan duka, berhasil dan gagal, sehat dan sakit datang silih berganti dalam kehidupan kita. ....Bila kita berada dalam duka, gagal, dan sakit bahkan dalam keterpurukan hidup, kadang kita kehilangan harapan dan jatuh pada keputusasaan, adakah harapan bagi kita untuk dipulihkan?

Pada bacaan hari ini, umat Allah, yaitu umat Yehuda berada pada keterpurukan, akibat murka Allah yang menghukum mereka karena dosa dan kejahatan yang telah mereka lakukan. Hukuman itu berupa kekalahan perang melawan serangan Babel serta kehancuran dan kesengsaraan yang mengikutinya (ay. 4, 5, 10 dan 12a).
Namun di tengah keterpurukan itu, ada harapan yang disuarakan Nabi Yeremia mengenai  janji pemulihan Tuhan kepada umat-Nya.

Di tengah kehancuran yang sedang dan masih akan dialami umat sampai bertahun-tahun ke depan, Tuhan berjanji bahwa kelak Tuhan akan memulihkan mereka ketika mereka datang dan berseru kepada Tuhan (ay. 1-3).

Dan janji pemulihan itu meliputi:
Pemulihan fisik, yaitu pemulihan akibat perang yang menyengsarakan umat, yang Tuhan timpakan di dalam murka-Nya kepada kota Yerusalem dan penduduknya (10 - 12). Kelak umat akan mengalami Kesehatan, kesejahteraan, dan keamanan yang melimpah di Yerusalem (6).
Kedua, pemulihan rohani yaitu pemulihan akibat dosa yang menjerat umat pada masa lampau (8). Hasil pemulihan itu menimbulkan sukacita dan sorak sorai umat (11), serta dipermuliakan dan dihormatinya Tuhan oleh  segala bangsa (9).

Firman Tuhan hari ini menunjukan kepada kita bahwa kasih dan kepedulian Allah kpd umat-Nya tidak akan pernah pudar.  Betapa pun jahat dan najisnya mereka karena pelanggaran dan dosa mereka, sehingga harus dihukum Allah dengan dahsyat, Allah tetap menginginkan pertobatan sehingga Ia bisa mengampuni dan memulihkan mereka.

Saudara, keterpurukan dalam hidup ini bisa dialami oleh siapa pun, baik pribadi mau pun keluaga, bahkan sebagai umat (gereja) dan sebagai bangsa. Bila kita mengalami keterpurukan, marilah kita introsfeksi diri, mungkinkah keterpurukan itu akibat dosa dan kejahatan kita kepada Tuhan?  Bila demikian, datanglah dan berserulah kepada Tuhan dengan pertobatan, sehingga janji pemulihan Tuhan boleh menjadi milik kita.

Selamat hari Minggu, Tuhan memberkati! Amin!
(HR, warta gkb 2014.09.21)