Translate

20090416

Hidup Penuh Pengharapan Krn Kebangkitan Kristus

Matius 28:1-10
Pengharapan adalah sesuatu yang sangat penting dalam hidup ini. Tanpa pengharapan kita tidak akan sanggup menatap masa depan. Tanpa pengharapan tidak ada orang yang dapat bertahan di tengah-tengah keras dan kejamnya kehidupan dan akan berakhir dalam keputusasaan dan kehancuran.
Ketika Yesus ditangkap, disalibkan dan mati, murid-murid Yesus menjadi orang-orang yang nyaris kehilangan pengharapan. Mereka hidup dalam ketakutan, bersembunyi, dan keinginan kembali pada kehidupan lamanya. Demikian juga perempuan-perempuan yg datang ke kubur Yesus. Mereka datang ke kubur bukan untuk melihat kebangkitan, mereka datang untuk merempah-rempahi mayat yesus. Tidak ada sama sekali di benak mereka bahwa Yesus akan bangkit, bagi mereka Yesus dengan segala semangat-Nya, misi-Nya, dan pengharapan-pengharapan akan Dia sudah selesai dan berakhir dengan kematian-Nya. Sudah tidak ada harapan lagi. Dan karena itu mereka datang ke kubur untuk merempah-rempahi mayat, bertemu dengan yang mati bukan bertemu dengan dengan  yang hidup.
Di luar dugaan, ternyata mereka mendapati kubur telah kosong dan malaikat Tuhan berkata bahwa Yesus bangkit dan hidup. Dan Yesus pergi mendahului murid-murid ke Galilea. Mendadak mereka yang datang ke kubur dengan sedih pulang dengan berlari cepat dengan penuh sukacita. "Yesus hidup! Yesus hidup! Masih ada harapan bagi hidup kita." Demikian kira-kira dikatakan dengan penuh semangat oleh para perempuan itu kepada murid-murid yang lain. Terjadi perubahan besar: dari sedih menjadi sukacita, dari putus asa menjadi berpengharapan, karena Yesus sumber pengharapan itu tidak mati tetapi hidup bahkan Ia berjalan di depan murid-murid mendahului ke Galilea. Ia berjalan di depan membuka jalan dan memberi pengharapan.
Sebagai murid-murid-Nya, kita diingatkan, bahwa apa pun yang sedang kita alami saat ini Yesus ada di depan hidup kita, Ia mendahului kita berjalan,  dan itu berarti selalu ada harapan bagi kita menyongsong masa depan.
Kiranya Yesus, Tuhan yang telah bangkit dan hidup selalu menolong kita menjalani hidup ini dengan penuh pengharapan. Amin!  
(Handri R. – 19042009)

20090409

DITEBUS UNTUK MENJADI BERKAT

Galatia 3:11-14


Dibenarkan karena melakukan hukum Taurat atau dibenarkan karena iman?
Inilah tema yang diangkat oleh Rasul Paulus dalam teks bacaan kita. Menurut Rasul Paulus prinsip Injil dan prinsip Taurat jelas berbeda. Dasar Taurat bukanlah iman tetapi perbuatan, yaitu siapa yang melakukannya akan hidup karenanya. Persoalannya adalah: apakah ada orang yang dapat melakukan seluruh perintah hukum Taurat dengan sempurna tanpa cacat sehingga ia didapati benar di hadapan Allah? Atau adakah orang didapati benar di hadapan Allah karena perbuatan-perbuatannya? Jawabnya sudah jelas, tidak seorangpun. Itulah sebabnya dikatakan bahwa setiap orang yang hidup di bawah hukum Taurat berada di bawah kutuk, karena di bawah hukum Taurat tidak mungkin seorangpun dapat selamat.

Jika demikian, memang tidak seorang pun dapat selamat dan dibenarkan di hadapan Allah karena perbuatannya, kecuali orang itu dibenarkan karena percaya, karena imannya kepada Kristus. Itulah prinsip Injil yang berbeda dengan prinsip Taurat. Di dalam Injil segala kelemahan dan ketidakberdayaan manusia memenuhi tuntutan Taurat telah digenapi oleh Kristus. Kutuk hukum Taurat telah dibebaskan oleh Kristus di atas kayu salib. Hutang dosa manusia karena kegagalannya memenuhi Taurat telah dibayar lunas di atas salib. Sehingga di dalam Kristus kita dibenarkan bukan karena perbuatan kita tetapi karana percaya kepada-Nya. Kita diselamatkan karena iman.

Diselamatkan dan  dibenarkan di hadapan Allah karena iman kepada Kristus, inilah yang harus kita wartakan kepada setiap orang, karana masih banyak orang menyangka bahwa mereka dapat diselamatkan dan dibenarkan dihadapan Allah karena perbutan-perbutannya, amal baiknya, jasa-jasanya dlsb.  Mungkin mereka yang menganggap demikian adalah anggota keluarga kita, teman dekat atau tetangga kita, sudahkah kita membawa warta selamat ini kepada mereka melalui kesaksian hidup sehari-hari? Sehingga kita yang telah diselamatan karena iman kita dapat menjadi berkat  bagi orang-orang di sekitar kita. 

(handri r.)