Translate

20181105

HIDUP KUDUS SEBAGAI UMAT TUHAN

Imamat 19:32-37


"Demikianlah kamu harus berpegang pada segala ketetapan-Ku dan segala peraturan-Ku serta melakukan semuanya itu; Akulah TUHAN." (Im. 19:37)

"Kristen KTP" adalah sindiran yang ditujukan kepada orang-orang yang mengaku diri Kristen namun hidupnya tidak sesuai dengan ajaran Yesus.

TUHAN menghendaki Israel tidak sekadar mengaku diri sebagai umat-Nya, namun hidup tak ubahnya seperti bangsa-bangsa lain yang tidak mengenal TUHAN. Oleh karena itu, TUHAN berfirman melalui Musa agar umat Israel hidup di dalam kekudusan, yaitu dengan berpegang pada segala ketetapan dan segala peraturan yang TUHAN firmankan serta melakukannya (ay. 37). Di antara semua ketetapan dan peraturan untuk hidup kudus itu, pada bagian ini, umat diingatkan untuk hormat kepada orang yang usianya lebih tua, mengasihi sesama - siapa pun mereka, bahkan orang asing sekalipun - seperti mengasihi diri sendiri, serta berlaku adil dan tidak mencurangi orang lain. Semua perintah ini ditutup dengan perkataan, "Akulah TUHAN." Pernyataan "Akulah TUHAN" diberikan supaya umat menyadari bahwa hidup kudus, hidup berbeda dengan bangsa-bangsa lain adalah hal yang dikehendaki oleh TUHAN sendiri bagi umat Israel, yang telah dibebaskan-Nya dari tanah Mesir. Firman-Nya, "… Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus" (ay. 2).

Kita adalah umat Perjanjian Baru. Kita telah ditebus oleh Kristus dari dosa kepada hidup yang penuh pengharapan. Oleh karena itu, hendaklah kita hidup di dalam kekudusan seperti yang telah diteladankan Yesus.

REFLEKSI: Hidup kudus adalah hidup seperti Kristus, yaitu hidup untuk menaati dan melakukan kehendak Bapa.

Mzm. 119:1-8; Im. 19:32-37; Rm. 3:21-31


HR, Renungan WASIAT, 02.11.2018

HIDUP MENURUT FIRMAN TUHAN

Mazmur 119:1-8

Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN. (Mzm. 119:1)

Kebahagiaan adalah hal yang paling dicari orang di dalam hidup ini. Orang bekerja keras dan rela melakukan apa saja demi mendapatkan kebahagiaan, sekalipun kebahagiaan itu hanya sementara dan semu.

Melalui mazmur ini, pemazmur mengatakan bagaimana cara memperoleh kebahagiaan yang sesungguhnya; kebahagiaan yang sejati. Menurut pemazmur, orang yang berbahagia adalah orang yang hidup menurut Taurat Tuhan. Hidup menurut Taurat Tuhan berarti tidak hanya mendengar, merenungkan, dan memahami Taurat tetapi menaati, melakukan dan menghidupi Taurat Tuhan dalam keseharian hidup. Hidup menurut Taurat Tuhan berarti hidup menurut peringatan-peringatan, jalan-jalan, titah-titah, ketetapan-ketetapan, perintah-perintah, dan hukum-hukum Tuhan. Dengan hidup menurut Taurat Tuhan, hidup umat menjadi tidak bercela, tidak melakukan kejahatan, tidak akan mendapat malu. Hidup menurut Taurat Tuhan juga berarti gemar mencari Tuhan dan kehendak-Nya dengan segenap hati, bersyukur dengan jujur, dan percaya tidak akan ditinggalkan sendirian oleh Tuhan menjalani hidup. Itulah kebahagiaan yang sesungguhnya yang akan terus kita rasakan di dalam dan bersama Tuhan.

Sebagai umat percaya, kita tentu sering mendengar, merenung, dan belajar memahami firman Tuhan. Hari ini kita diingatkan, jika kita ingin memiliki kebahagiaan sejati, kita perlu hidup menurut firman Tuhan. Jangan hanya menjadi pendengar saja!

REFLEKSI: Mendengar dan melakukan firman Tuhan adalah seperti membangun rumah di atas batu karang yang teguh.

Mzm. 119:1-8; Kel. 22:1-15; Ibr. 9:1-12


HR, renungan Wasiat, 01.11.2018