Translate

20190403

Saling Memperhatikan

- Ibrani 10: 19-26

Pendahuluan
* Bila kita perhatikan perbedaan ibadah kristen dengan umat agama lain.... (ibadah kristen itu simple, praktis gak ribet dan relatif lebih mudah  alias gak berat seperti agama lain)
* Seharusnya umat kristen lebih giat beribadah karena "mudah"nya tersebut, tapi ... apa benar begitu?

Sebaliknya banyak orang kristen menganggap enteng arti ibadah dan persekutuan kristen dengan hidup semaunya.

Melalui teks Ibrani ini kita belajar tentang bagaimana seharusnya kita menyikapi ibadah dan persekutuan sebagai umat yg telah ditebus oleh Kristus.

Inti pesan dari teks yg kita baca adalah: 
Di dalam iman kepada Kristus jalan kepada Allah telah terbuka (Ibrani 10:19-21) karena itu kita dapat datang beribadah kepada-Nya dengan keyakinan teguh, hidup berpengharapan dan saling memperhatikan untuk saling mendorong dalam kasih dan pekerjaan baik.

Dari pesan ini, ada 3 hal yg ditekankan, yaitu:

1. Karena jalan kepada Allah telah terbuka, maka ......
"Marilah kita beribadah/menghadap Allah" (Ibrani 10:22)

2. Karena jalan kepada Allah telah terbuka, maka ......
"Marilah kita hidup berpengharapan" (Ibrani 10: 23)

3. Karena jalan kepada Allah telah terbuka, maka ......
"Marilah kita saling memperhatikan..." (Ibrani 10: 24)

* saling memperhatikan = ..... (maksudnya apa?)
Harus jelas tujuannya, karena tanpa tujuan yg jelas "saling memperhatikan" bisa dibawa kemana-kemana...😆

* kata "supaya"  ~> menyatakan tujuan dari saling memperhatikan itu.
(Ibrani 10: 24)

Yaitu supaya ...
~> saling mendorong dalam kasih dan pekerjaan baik (24)
~> saling menasihati jangan malas beribadah tetapi rajin dan giatlah beribadah (25)
~> dan agar jangan berbuat dosa lagi (26)

Jadi "saling memperhatikan" adalah upaya untuk sama-sama bertumbuh sebagai umat Allah di dalam iman kepada Kristus yg telah membuka jalan kepada Allah itu.

Sehingga pertumbuhan iman berjalan seiring dengan pertumbuhan kasih kepada sesama (saling memperhatikan).
Jalan kepada Allah yg telah terbuka  seharusnya juga membuka jalan kepada sesama yg lebih baik.

Ilustrasi:
* Dalam pemerintahan yg bersih dan berwibawa maka jalur komunikasi dengan pemerintah pusat telah terbuka dimana masyarakat boleh mengkomunikasikan apa yg terjadi di tengah masyarakat. 
~> sehingga masyarakat harus saling memperhatikan, saling mengawasi agar hidup dalam ketertiban. 

Aplikasi dan penutup.
* Dalam iman kpd Kristus hubungan kita dengan Allah telah dipulihkan, atau telah terbuka.  Dan itu berarti memulihkan juga hubungan kita dengan sesama, alam dan diri sendiri.
Sudahkan kita merespon pemulihan hubungan ini dengan baik? Yaitu dengan: ....
* Setia datang beribadah... bukan menjauhkan diri dari ibadah/pertemuan ibadah.
* Hidup berpengharapan kepada Allah dan janji2-Nya, sehingga tidak mudah menyerah dan berputus asa dalam hidup sekalipun sukar.
* Saling memperhatikan: untuk saling mendorong berbuat kasih dan segala pekerjaan yg baik, saling menasihati  agar tetap bertumbuh menjadi anak2 Tuhan yg setia dan hidup dalam kebenaran.

Sudahkah semua ini kita lakukan agar kita bersama2 bertumbuh di dalam iman kepada Tuhan dan berbuah dalam kasih dan pekerjaan baik kepada sesama?

Kiranya Tuhan menolong kita. 

AMIN!

(HR, Persekutuan Wilayah GKB, Maret 2019)

20181116

TEKUN DAN SEMAKIN GIAT BERIBADAH DALAM PENGHARAPAN

 Ibrani 10:11-25

"Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat." (Ibrani 10:25) 

Setiap agama mengajarkan umatnya kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan dalam menjalankan ibadahnya. Namun apabila kita beribadah hanya sebagai kewajiban belaka maka ibadah bisa menjadi sebuah beban yang dilakukan dengan berat hati  bukan sebagai perayaan yang membawa sukacita. 

Penulis Surat Ibrani, dalam bacaan hari ini menasihati umat agar dalam menjalankan ibadah kepada Tuhan hendaknya dilakukan dengan tekun, tulus dan giat/semangat bukan sebagai kewajiban dan beban belaka, karena mengingat bahwa Kristus telah memberikan diri-Nya menjadi kurban penghapus dosa sekali untuk selamanya, sehingga umat dibebaskan dari kewajiban mempersembahkan kurban penghapus dosa setiap tahunnya. Alasan kedua,  karena Kristus telah membuka jalan kehadirat ALLAH melalui diri-Nya sebagai imam besar sehingga umat dapat beribadah kepada-Nya dengan penuh semangat dan sukacita. Pemahaman ini seharusnya mendorong umat untuk tekun beribadah dan saling menasihati menjelang hari Tuhan yang semakin dekat
 bukan menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah. Dan dalam ibadahnya hendaknya umat juga saling 
 memperhatikan dan saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. 

Sebagai umat yang percaya kepada Kristus, sudahkah Saudara/i beribadah  dengan tekun dan giat serta datang kehadirat-Nya dengan penuh sukacita dan syukur? Dan sudahkah dalam persekutuan umat kita juga saling 
 memperhatikan dan saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik?
Atau ibadah kita hanya kewajiban dan beban belaka? 

HR, renungan Warta Jemaat GKB, 18.11.2018