Translate

20190516

ANUGERAH KESELAMATAN ALLAH BERLAKU UNTUK SEMUA ORANG

(Kisah Para Rasul 11:1-18)


Setiap orang pasti butuh dan ingin selamat; selamat di rumah, selamat di perjalanan, selamat di tempat kerja, dan selamat di segala waktu dan tempat, bahkan selamat di akherat dengan kebahagiaan hidup yang kekal. Namun kadang kala bahkan mungkin sering kali kita bersikap egois soal keselamatan dengan menganggap  bahwa keselamatan itu hanya untuk kita, sehingga kita kurang menaruh perhatian dan peduli kepada orang lain yang juga butuh dan ingin selamat.

Inilah yang tercermin dalam Kisah Para Rasul 11:1-18 dimana orang-orang Yahudi Kristen menganggap bahwa anugerah keselamatan Allah dalam iman kepada Kristus hanya untuk orang Yahudi atau orang-orang yang bersunat saja (ayat 2, 3) sehingga mereka mempersoalkan Petrus yang datang menginjili bahkan membaptis Cornelius - seorang perwira Romawi - dan keluarganya di Kaisarea (lihat pasal 10).  Menjawab mereka Petrus menjelaskan bahwa hal itu terjadi atas prakarsa Allah yang menghendaki Cornelius dan keluarganya selamat (ayat 3-17).  Atas penjelasan itulah mereka memahami bahwa Allah mengaruniakan keselamatan bukan hanya untuk orang Yahudi tetapi juga untuk semua orang, dan semua bangsa (ayat 18). 

Perikop ini mengajarkan kepada kita bahwa Allah menghendaki keselamatan yang dianugerahkan kepada kita di dalam Kristus bukan hanya untuk kita nikmati sendiri tetapi  juga untuk kita bagikan kepada setiap orang di sekitar kita, melalui kesaksian hidup yang memberitakan nama-Nya. Sudah kita menyadari panggilan ini? Dan Sudahkah panggilan itu kita hidupi dengan menjadi saksi-Nya dimana pun kita berada?


ALLAH MENYELAMATKAN KITA SUPAYA KITA YANG DISELAMATKAN BERSAKSI MEMBAWA KESELAMATAN-NYA KEPADA ORANG-ORANG LAIN YANG BELUM DISELAMATKAN.


(HR, renungan warta jemaat GK Bogor, 19.05.2019)



20190509

PERGI MENCARI YANG TERHILANG

Kisah Para Rasul 9:32-42


Dalam pelayanan sering dibicarakan ukuran keberhasilan sebuah pelayanan. Apa ukuran sebuah pelayanan dapat dikatakan berhasil atau gagal? Firman hari ini mengajarkan bahwa pelayanan yang berhasil adalah pelayanan yang membawa orang datang dan percaya kepada Tuhan. Dan pelayanan seperti ini hanya mungkin terjadi jika Tuhan dan kuasa-Nya dinyatakan dalam pelayanan yang dilakukan. 

Nas hari ini menceritakan dan mengajarkan kepada kita seorang Rasul Petrus yang dalam pelayanannya membawa banyak orang datang dan percaya kepada Tuhan ketika ia menyatakan Tuhan dan kuasa-Nya dalam pelayanan yang dilakukannya. 
Untuk memahami nas ini, kita akan melihat dan merenungkannya dari dua hal berikut:
1. Hamba yang MENYAKSIKAN Tuhan dan kuasa-Nya dalam pelayanan (34, 40-41). 
Dalam kunjungan pelayanannya ke jemaat di Lida dan Saron serta Yope, Rasul Petrus menyembuhkan Eneas yang lumpuh selama delapan tahun dengan berkata, "..., Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!" (34) dan membangkitkan Dorkas  dari kematian dengan berdoa kepada Tuhan Yesus (40-41). Dengan perkataan dan doanya itu Petrus bersaksi bahwa yang menyembuhkan bukan dirinya dan bukan karena kuasanya melainkan Tuhan Yesus yang berkuasa menyembuhkan Eneas dan membangkitkan Dorkas. Lewat 
 pelayanannya, Petrus menyaksikan bahwa Tuhan dan kuasa-Nya sanggup menolong orang yang membutuhkan pertolongan. 
Pada bagian ini, kita merenungkan jika Petrus dalam pelayanannya telah menyaksikan Tuhan dan kuasa-Nya, lalu bagaimana dengan Anda? Apakah hidup dan pelayanan Anda menyaksikan Tuhan dan kuasa-Nya? Atau hanya meyaksikan diri sendiri dengan segala kebanggaannya? Siapa sebenarnya yang sedang kita muliakan dalam pelayanan?  Tuhan atau diri sendiri?

2. Hamba yang membawa orang menjadi percaya kepada Tuhan (35, 42).
Pelayanan yang menyaksikan Tuhan dan kuasa-Nya akan membawa orang datang kepada Tuhan, percaya kepada Tuhan dan mengandalkan Tuhan serta kuasa-Nya. Itulah yang dilakukan Petrus dalam pelayanannya, sehingga dikatakan banyak orang berbalik dan percaya kepada Tuhan (Kis.9:35, 42). Bila hidup dan pelayanan kita memuliakan Tuhan maka kita akan membawa banyak orang datang dan percaya kepada Tuhan sebagai juru selamatnya. Apakah melalui hidup dan pelayanan Anda banyak orang datang kepada Tuhan? Atau justru malah meninggalkan Tuhan?!?

PELAYANAN YANG MENYAKSIKAN TUHAN DAN KUASA-NYA ADALAH PELAYANAN YANG MULIAKAN TUHAN SEHINGGA BANYAK ORANG AKAN MELIHAT DAN MENGALAMI TUHAN SERTA PERCAYA KEPADA-NYA. 


HR, (Renungan Warta Jemaat GK Bogor, 12.05.2019)