Translate

20181106

TUHAN MEMPERINGATKAN AGAR KITA SETIA

Ulangan 28:58—29:1


"Jika engkau tidak melakukan dengan setia segala perkataan hukum Taurat … dan engkau tidak takut akan … TUHAN, Allahmu, maka TUHAN akan menimpakan pukulan-pukulan yang ajaib kepadamu, dan kepada keturunanmu …." (Ul. 28:58,59)

Setiap hari manusia selalu diperhadapkan kepada pilihan-pilihan. Mulai dari memilih hal yang sederhana seperti memilih baju, sampai memilih hal yang besar seperti pasangan hidup, atau iman yang akan menentukan arah hidup ke depan. Setiap pilihan yang diambil mengandung konsekuensi yang kelak akan dihadapi.

Sebelum umat Israel memasuki tanah Kanaan, tanah yang dijanjikan Tuhan, Musa memperhadapkan pilihan kepada umat Israel. Berkat Tuhan, apabila mereka tetap setia kepada Tuhan (ay. 1-14), namun sebaliknya kutuk, apabila mereka tidak setia dan meninggalkan Tuhan (ay. 15-46). Tuhan akan menghukum mereka dan keturunan mereka dengan hukuman yang berat; mereka akan diserang penyakit dan tulah yang dahsyat sehingga mereka hampir punah (ay. 60-63). Tuhan akan menyerakkan mereka ke antara segala bangsa dan hidup mereka akan sangat menderita di tengah-tengah bangsa lain (ay. 64-67). TUHAN akan membawa mereka kembali ke Mesir dan menjadi budak (ay. 68). Dengan peringatan ini, TUHAN melalui Musa memperingatkan dan menghendaki agar umat-Nya memilih tetap setia dan hidup menurut firman-Nya, agar berkat TUHAN selalu mereka alami.

Sebagai umat yang telah ditebus dari dosa dan maut, melalui firman hari ini, kita pun diingatkan agar kita memilih untuk tetap setia kepada Kristus dengan hidup melakukan firman-Nya.

REFLEKSI: Peringatan diberikan Tuhan kepada kita bukan supaya kita meninggalkan-Nya, tetapi supaya kita tetap setia kepada-Nya.

Mzm. 51; Ul. 28:58—29:1; Kis. 7:17-29


HR, Wasiat
Selasa, 6 November 2018

20181105

MENGALAHKAN KEJAHATAN DENGAN KEBAIKAN

Roma 12:17-21; 13:8-10


Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan! (Rm. 12:21)

Pada umumnya, manusia cenderung untuk membalas kejahatan yang dilakukan kepadanya. Namun, disadari atau tidak, membalas kejahatan dapat berakibat melakukan kejahatan yang serupa, bahkan mungkin kejahatan yang lebih besar lagi. Perlu disadari bahwa melawan atau membalas kejahatan dengan kejahatan alih-alih menghentikan kejahatan, justru akan melanggengkan kejahatan. Lalu bagaimana caranya mengalahkan kejahatan?

Melalui bacaan hari ini, Paulus mengajarkan kita untuk mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. Paulus mengajarkan untuk berbuat baik kepada semua orang, juga kepada orang-orang yang menyakiti kita. Bila perlu memberi makan dan minum kepada orang yang berbuat jahat kepada kita. Paulus juga mengajarkan untuk tidak menuntut balas atas kejahatan yang orang lain perbuat kepada kita, sebab pembalasan adalah hak Tuhan. Bagian kita adalah mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri, seperti yang diperintahkan Tuhan dalam Taurat-Nya.

Tidak mudah memang untuk mengasihi orang yang berbuat jahat kepada kita. Namun, bila kita membalas kejahatan orang yang berbuat jahat kepada kita dengan berbuat hal yang sama, maka kejahatan akan semakin besar dan merajalela di dunia ini. Yesus datang ke dunia untuk memberi teladan bagaimana mengatasi kejahatan dan mengasihi orang yang berbuat jahat kepada kita. Ia mengajarkan kita untuk mengampuni melalui doa-Nya, "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" (Luk. 23:34).

REFLEKSI: Kejahatan akan merajalela jika dibalas dengan kejahatan, tetapi kejahatan akan berhenti bila dibalas dengan kebaikan.

Mzm. 51; Ul. 6:10-25; Rm. 12:17-21; 13:8-10


HR, Wasiat
Senin, 05.11.2018