Translate

20190524

DIPIMPIN OLEH ROH KUDUS

Kisah Para Rasul 16:6-15

Bila kita memperhatikan tema renungan hari ini, mungkin ada diantara kita terbersit pertanyaan, "seperti apa dan bagaimana hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus itu?" 

Kisah Para Rasul 16:6-15, menceritakan kepada kita pengalaman hidup  pelayanan Paulus dan Silas yang  dipimpin Roh Kudus dalam memberitakan Injil ke Makedonia. Bermula dari perjalanan keliling dari kota ke kota untuk menyampaikan kepada jemaat-jemaat hasil persidangan para rasul di Yerusalem agar ditaati, mereka juga memakai kesempatan itu untuk memberitakan Injil ke provinsi Asia (wilayah kekaisaran Romawi) namun dikatakan "... Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia" (ayat 6), dan Roh Yesus tidak mengizinkan mereka masuk ke Bitinia (ayat 7). Akhirnya melalui sebuah penglihatan Paulus dan Silas menarik kesimpulan, bahwa Allah memanggil mereka untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di Makedonia (ayat 10). Maka mereka berangkat  Makedonia dan tiba di kota Filipi, kota perantauan orang Roma (ayat 12).  Di  Filipi setelah mecari dan menduga letak tempat ibadah Yahudi, akhirnya mereka berjumpa dengan Lidia yang menjadi percaya dan dibaptis dengan seisi rumahnya (ayat 13-15).

Dari kisah ini kita belajar bahwa Roh Kudus dapat memimpin kita dengan memberi kepekaan dan hikmat dalam menyikapi situasi-situasi yang kita hadapi dalam pelayanan. Melaui "halangan-halangan",  visi atau penglihatan, menarik kesimpulan dan menduga, semuanya dapat dipakai untuk mengarahkan kita melakukan misi sesuai rencana-Nya. Sehingga melaluinya Tuhan menuntun kita berjumpa dengan seseorang atau orang-orang yang dapat mendengar Injil dan diselamatkan. 


TUHAN DAPAT MEMAKAI SEGALA SESUATU YANG KITA ALAMI DALAM  HIDUP DAN PELAYANAN UNTUK MENGARAHKAN  KITA AGAR HIDUP SESUAI RENCANA-NYA.
 
HR, Renungan Warta Jemaat GKB, 26.05.2019

20190516

ANUGERAH KESELAMATAN ALLAH BERLAKU UNTUK SEMUA ORANG

(Kisah Para Rasul 11:1-18)


Setiap orang pasti butuh dan ingin selamat; selamat di rumah, selamat di perjalanan, selamat di tempat kerja, dan selamat di segala waktu dan tempat, bahkan selamat di akherat dengan kebahagiaan hidup yang kekal. Namun kadang kala bahkan mungkin sering kali kita bersikap egois soal keselamatan dengan menganggap  bahwa keselamatan itu hanya untuk kita, sehingga kita kurang menaruh perhatian dan peduli kepada orang lain yang juga butuh dan ingin selamat.

Inilah yang tercermin dalam Kisah Para Rasul 11:1-18 dimana orang-orang Yahudi Kristen menganggap bahwa anugerah keselamatan Allah dalam iman kepada Kristus hanya untuk orang Yahudi atau orang-orang yang bersunat saja (ayat 2, 3) sehingga mereka mempersoalkan Petrus yang datang menginjili bahkan membaptis Cornelius - seorang perwira Romawi - dan keluarganya di Kaisarea (lihat pasal 10).  Menjawab mereka Petrus menjelaskan bahwa hal itu terjadi atas prakarsa Allah yang menghendaki Cornelius dan keluarganya selamat (ayat 3-17).  Atas penjelasan itulah mereka memahami bahwa Allah mengaruniakan keselamatan bukan hanya untuk orang Yahudi tetapi juga untuk semua orang, dan semua bangsa (ayat 18). 

Perikop ini mengajarkan kepada kita bahwa Allah menghendaki keselamatan yang dianugerahkan kepada kita di dalam Kristus bukan hanya untuk kita nikmati sendiri tetapi  juga untuk kita bagikan kepada setiap orang di sekitar kita, melalui kesaksian hidup yang memberitakan nama-Nya. Sudah kita menyadari panggilan ini? Dan Sudahkah panggilan itu kita hidupi dengan menjadi saksi-Nya dimana pun kita berada?


ALLAH MENYELAMATKAN KITA SUPAYA KITA YANG DISELAMATKAN BERSAKSI MEMBAWA KESELAMATAN-NYA KEPADA ORANG-ORANG LAIN YANG BELUM DISELAMATKAN.


(HR, renungan warta jemaat GK Bogor, 19.05.2019)